SERBA SERBI PERINGATAN HARDIKNAS 2016

Berikut ini disajikan foto-foto terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional di beberapa daerah. Bapak ibu yang mempunyai foto terkait hal tersebut silahkan kirim foto ke eka2001id@icloud.com atau melalui whatsapp.

Upacara di Universitas Muhammadiyah Purwokerto


Tampilan marching band Pendidikan Guru Sekolah Dasar PPGT Universitas Negeri Makassar

Upacara di Universitas Negeri Cirebon


Upacara di Universitas Borneo Timur


Upacara di FKIP UNISMA Bekasi

Tim marching band PPGT Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM

Pameran dalam rangka wisata pendidikan di UNM


Gaya bu Widya di acara hiburan selepas upacara.


Aktivitas mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM di Laboratorium Komputer dan Media Pembelajaran.

 SEMINAR PENDIDIKAN NASIONAL

Hari ini Minggu tanggal 1 Mei 2016 Universitas Negeri Makassar mengadakan Seminar Nasional dan sekaligus juga kompetisi nasional LKTI dan debat. Seminar Nasional mendatangkan pembicara Peof.Dr. Sutrisna Wibawa,M.Pd (Sekjen Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan), Prof.Dr.Syofian Salam,PhD (Wakil Rektor I bidang akademik UNM) serta Dr.Suryanti,M.Pd. (Ketua Umum Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia). Seminar yang mengambil tema Posisi Kurikulum dalam Menghadapi Tantangan MEA ini dihadiri oleh dosen, guru-guru dari beberapa kabupaten, mahasiswa peserta kompetisi dan mahasiswa PGSD UNM.

Kegiatan Seminar yang dilaksanakan di Aula gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar dibuka oleh Rektor UNM Prof. Dr.H.Arismunandar,MPd. Dalam sambutannya rektor,menyatakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian peringatan Harian Pendidikan Nasional akan memberikan manfaat bagi mahasiswa di kemudian harinya. Menghadapi tantangan MEA ke depan kita sebagai bangsa harus melakukan terobosan akan tidak kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya dalam era globalisasi. 

Ketua Umum HDPGSDI Dr. Suryanti,M.Pd dalam makalahnya menyatakan dengan mengambil pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara tentang tumbuhny budi pekerti, pikiran dan tubuh dikaitkan sengan tujuan pendidikan nasional membentuk manusia yang beriman san bertaqwa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan demokratis serta bertanggung jawab, dan tantangan perkembangan teknologi yang berkembang pesat dan era MEA, maka kita haarus menjawab semua tantangan itu.  Oleh karen itu Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai penghasil calon pendidik di SD harus dibekali dengan cara berpikir,cara bekerja, alat untuk bekerja dan kecakapan hidup.  Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia berperan dalam mengembangkan kemampuan untuk menjawab tantangan jaman tersebut, khususnya dengan mengembangkan budaya literasi agar budaya aktif membaca bisa menjadi budaya nasional sejak usia SD. Apa yang disampaikan Ketua Umum HDPGSDI sejalan dengan visi pendidikan pemerintah yang disampaikan oleh Sekjen Ditjen Belmawa.

Kegiatan Seminar ini merupakan rangkaian wisata pendidikan yang diadakan setiap tahun oleh UNM selain kegiatan kompetisi atau lomba-lomba. Peserta kompetisi merupakan tim terpilih hasil seleksi dari seluruh Indonesia, yaitu dari Universitas Negeri Makasar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Institut Pertanian Bogor, IAIN Raden Patah Palembang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang, Unjversitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali, Universitas Hasanudin, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, STKIP Surya Tangerang, STKIP YPUP Makassar.


Pembukaan secara resmi dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Sekjen Direktorat Belmawa didamping Rektor UNM.


Paparan materi oleh Prof.Dr. Sutrisna Wibawa,M.Pd


Sesi diskusi dengan pemateri Sekjen Ditjen Belmawa yang dimoderatori Widya Karmila Sari Achmad,M.Pd.


Paparan materi oleh Dr.Suryanti,M.Pd panel bersama Prof.Dr.Syofan Salam.

Paduan suara dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM.

Peseta seminar memnuhi aula Pinisi UNM. 



Sebagian panitia bersama tim debat UM Purwokerto dan UNM